JepangMantap – Yuna Shiina adalah seorang wanita paruh baya yang menjalani hari-harinya dalam sepi di rumah besar yang dulu ramai oleh suara anak-anak. Suaminya, seorang konsultan bisnis, sering bepergian ke luar kota hingga berminggu-minggu lamanya. Setiap pagi, Yuna menyiapkan dua cangkir teh—satu untuk dirinya, satu untuk kenangan. Di tengah keheningan itu, satu-satunya yang memberi warna pada harinya adalah menantunya, Raka, suami dari putrinya yang kini sedang melanjutkan studi di luar negeri. Raka, yang tinggal sementara di rumah itu karena pekerjaan, mulai memperhatikan kesendirian Yuna.
Awalnya, hubungan mereka hanyalah sekadar percakapan ringan di meja makan. Namun seiring waktu, Yuna menemukan rasa hangat dalam perhatian kecil yang ditunjukkan Raka—membantu menyiram tanaman, menemani belanja ke pasar, atau sekadar menonton acara masak bersama. Bukan cinta yang tumbuh, melainkan sebuah ikatan manusiawi: dua orang yang saling mengisi kekosongan emosional di fase berbeda kehidupan. Yuna tak lagi merasa setua dan selarut yang ia kira. Dan Raka, dalam diam, belajar bahwa keluarga tak selalu soal darah—tetapi tentang kepedulian yang tulus.